Merajut Ukhuwah, Toleransi Tanpa Hilang Identitas

SPARSYA – Di tengah arus globalisasi, menjaga persatuan dan toleransi menjadi tantangan sekaligus kebutuhan. Namun, bagi kami di SMP Putri Al Irsyad AL Islamiyyah Malang (SPARSYA), menjaga ukhuwah (persaudaraan) tidak berarti harus menghilangkan identitas diri sebagai seorang muslimah. Justru, dengan memahami ajaran Islam secara mendalam, kita dapat menjadi pribadi yang berakhlak mulia, toleran, dan tetap kokoh dalam keimanan.

SPARSYA berkomitmen untuk memupuk nilai-nilai ini melalui berbagai kegiatan, baik di dalam maupun di luar kelas. Kami merajut persaudaraan yang erat di antara sesama muslimah, sekaligus membangun sikap toleransi agama dan budaya.

 

SPARSYA mengintegrasikan materi toleransi secara langsung dalam beberapa mata pelajaran kunci:

  • Pendidikan Agama Islam: Murid mampu memahami ayat Al-Qur’an dan hadis tentang pentingnya toleransi dengan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Pendidikan Pancasila: Murid mampu menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya
  • Informatika: murid mampu mengamalkan toleransi dan empati di dunia digital
  • Seni Rupa: Murid mampu mengapresiasi keindahan karya seni dari berbagai budaya, sambil mempelajari batas-batas ekspresi seni yang selaras dengan syariat Islam.

Nilai toleransi juga dihidupkan dalam pembelajaran sehari-hari, meski tidak menjadi materi utama. Guru matematika, bahasa, atau sains, tetap menanamkan sikap menghargai pendapat teman, bekerja sama dalam kelompok, dan berbahasa dengan santun.

Dengan berbagai implementasi ini, murid SPARSYA tidak hanya menjadi pribadi yang cerdas secara akademis, tetapi juga pribadi yang berakhlak mulia, menjunjung tinggi toleransi, dan bangga dengan identitas keislaman kita. Sehingga tercipta sekolah yang damai, dan murid SPARSYA menjadi duta-duta toleransi dimanapun berada.

 

-RL-